Ini Cerita Pemotret Ibu Tangguh ‘Kalahkan’ Para Crosser

Ini Cerita Pemotret Ibu Tangguh ‘Kalahkan’ Para Crosser

10701
SHARE

Belakangan ini, ada satu foto yang menjadi viral di dunia maya. Saat rombongan menggunakan motor trail kesulitan melintasi jalur di lereng Gunung Semeru, ada seorang Ibu-ibu dengan santai melintas menggunakan sepeda motor bebek sambil membonceng anaknya di bagian depan.

Rombongan motor trail tersebut merupakan peserta dalam event New Netral Indonesia Bledex Semeru yang berlangsung di Kabupaten Lumajang, kemarin Sabtu (8/10). Foto Ibu-ibu tangguh yang menyalip para crosser tersebut, ternyata diambil dan diunggah oleh Mochamad Andreas Habibie (29), warga Kecamatan Genteng, Banyuwangi yang menjadi salah satu peserta New Netral Indonesia Bledex Semeru.

ini-cerita-pemotret-ibu-tangguh-kalahkan-para-crosser-2

Saat ditemui di rumahnya di Perumahan Madania, Andre panggilan akrabnya menjelaskan, saat itu dia bersama para peserta crosser lain sedang kesulitan menarik motor milik temannya yang sedang macet di medan becek dan menanjak.

“Saat kami kesulitan menarik motor itulah tiba tiba ada Ibu-ibu sedang bonceng anaknya lewat. Karena menarik, iseng saya foto,” ujarnya, Selasa (11/10).

Saat mengmbil foto, Motor trail milik Andre dalam frame jepretannya. Berwarna kuning, tepat berada di samping Ibu-ibu tangguh tersebut, dengan kondisi disandarkan.

ini-cerita-pemotret-ibu-tangguh-kalahkan-para-crosser-4

“Habis ambil foto langsung saya unggah di facebook dan saya melanjutkan perjalanan lagi. Saya enggak menyangka bisa jadi viral seperti itu,” jelasnya.

Foto dengan caption “Jalur yang sama. Keadaan yang berbeda” ini diunggah di akun facebook Andre pada pukul 10.24 WIB.
Dia melanjutkan, sebenarnya Ibu-ibu yang membuatnya heran bisa dengan gampang melintas tersebut sebenarnya tidak hanya membonceng anaknya. Namun masih membonceng dua Ibu-ibu lain juga bersama seorang anak. Namun, saat foto diambil, yang dibonceng sedang turun. Dan bisa dilihat, sedang berjalan di belakang.

“Sebenarnya satu motor isinya empat orang. Cuma saat foto temannya ibunya turun. Saya sama teman teman sampai geleng geleng kepala kok ya bisa,” ujarnya.

Andre berasumsi, Ibu-ibu tersebut bisa mudah melintas karena desain motor yang pendek. Sehingga kaki Ibu-ibu tersebut bisa mudah menapak langsung ke tanah. Berbeda dengan motor trail yang didesain tinggi, sehingga membuat pengendaranya jinjit ke tanah bila mengimbangi.

Dia juga menambahkan, jalur yang dilewati Ibu-ibu tersebut, merupakan lintasan menuju perkampungan lereng Semeru bagian atas. Satu jalur dengan event motor trail tersebut. “Di atas itu ada kampung. Fotonya diambil pas di jalan datar,” jelasnya.

Tidak hanya Ibu-ibu, Andre berserta rombongannya juga sempat bertemu dengan seorang pria tua dengan sepeda motor maticnya. Melalui jalur yang sama sambil membawa bibit sengon. Dia hanya heran, mengapa bisa berjalan lancar, padahal motor trail sudah didesain untuk melintasi jalur sulit.

“Kondisi jalan memang becek dan cuaca sedang tidak bersahabat. Motor yang kami kendarai cuma muter tidak jalan karena lumpur. Bahkan ada yang mati mesin,” ujarnya.

Sementara itu, respons dari nitizen di kolom komentar facebook bermacam-macam. Ada yang heran, bergurau dan meragukan kebenaran fotonya.

Misalkan akun facebook Lalu Rayden Ali, berkomentar: “The Power of Emak2” dan dari Rovika Saputra: “Itu memang real apa editan sih om..”. Ada juga dari akun Bayu Sinar yang berkomentar : “Mak2 selalu di depan” (MH/MUA)

Merdeka.com, Banyuwangi

PLEASE SHARE :)