Kisah Pria Misterius yang Tak Pernah Keluar Rumah Selama 30 Tahun

Kisah Pria Misterius yang Tak Pernah Keluar Rumah Selama 30 Tahun

3236
SHARE

Seorang laki misterius dipaksa orangtuanya tak boleh keluar rumah selama 30 tahun.

Laki-laki Jerman yang kini berusia 43 tahun itu, disebut terlihat terakhir kali ketika ia masih 13 tahun saat memutuskan berhenti dari sekolah.

Dan kepolisian setempat tengah menyelidiki tragedi keluarga ini.

Keluarga ini tinggal di sebuah desa di dekat kota Bayreuth di kawasan Bavaria, Jerman. Anak pasangan itu jarang terlihat sejak dia berhenti sekolah pada usia 13 tahun.

Polisi mengatakan, laki-laki itu tampak diabaikan keluarganya walau tidak tampak kekurangan makan.

Ibunya mengatakan kepada media lokal bahwa putranya tidak ingin ke luar rumah dan hanya menginginkan agar putranya terlindungi.

Kepolisian setempat kemudian membawanya ke rumah sakit akhir bulan lalu, tetapi identitasnya tetap dirahasiakan sesuai hukum yang berlaku di Jerman.

Bukan kasus kriminal

Polisi mengatakan, kasus ini lebih cenderung sebagai sebuah tragedi keluarga ketimbang kasus kriminal.

“Kami tidak tahu persis sejak kapan pria itu tinggal di sana tanpa kontak secara teratur dengan dunia luar,” kata juru bicara kepolisian, Juergen Stadter, kepada wartawan.

Kepolisian juga mengaku tidak tahu situasi sebenarnya seperti apa. “Misalnya, apakah dia memiliki kesempatan untuk meninggalkan rumahnya,” tambah Juergen.

Dalam keterangannya, polisi juga mengatakan bahwa laki-laki itu dibiarkan bergerak bebas di dalam rumah dan tidak diikat.

Ketika layanan darurat datang untuk menjemputnya, lelaki itu dilaporkan menyatakan bersedia untuk menerimanya. “Dia jelas merasa terlindungi dengan baik di rumahnya,” kata Stadter.

Akibat dirisak?

Si itu, yang berusia 76 tahun, mengatakan, ia dan suaminya tidak pernah mengunci anaknya agar berada di dalam rumah. “Ia hanya tidak ingin keluar rumah,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, anaknya pernah menjadi korban risak ketika masihsekolah sehingga sebagai ibu dia tergerak untuk melindunginya.

Kepada situs berita Reporter 24, si ibu mengaku menyimpan semua rincian, setiap kata pelecehan, dan setiap serangan yang diag dia
5a8
lami anaknya selama di sekolah.

“Saya bahkan tidak bisa mengulangi kata-kata yang mengerikan seperti itu,” katanya.

Sejak saat itulah, pria itu tidak ingin meninggalkan rumah lagi, karena “takut” menghadapi teman-temannya. Ia mengaku pernah melaporkan kasus bully yang dialami anaknya kepada polisiketika anaknya berhenti sekolah pada 1984.

Terungkap gara-gara orang baru

Kini muncul pertanyaan mengapa selama ini tidak ada seorang pun yang mengangkat persoalan tersebut.

Bukti satu-satunya yang dimiliki kepolisian menunjukkan, saat berusia 30 tahun, laki-laki itu pernah datang ke sebuah acara disekolah dasar.

Dokumen lain yang dimiliki kepolisian menunjukkan pula, saat laki-laki itu berusia 13 tahun, pihak sekolah menyimpulkan bahwa dia tidak mampu mengikuti pelajaran di kelas.

Kasus ini terungkap setelah ada seorang pendatang baru di desa tersebut pada awal tahun 2016, ungkap tabloid Bild.

Pendatang baru itu akhirnya mengetahui dari penduduk desa bahwa ada seorang “tahanan” yang dilarang orangtuanya “melakukan kontak dengan penduduk lainnya.” Akhirnya si pendatang baru melaporkan kasus ini ke polisi.

Laki-laki 43 tahun itu kini sedang dirawat oleh tim khusus di rumah sakit, yang terdiri dari dokter, perawat, dan terapis, kata seorang juru bicara.

Rumah sakit akan mencoba untuk menentukan apakah dia menderita penyakit atau memiliki masalah kesehatan mental.

Sumber:tribunnews.com

PLEASE SHARE :)