Luar Biasa, Pak Guru Untung Tetap Mengajar Meski Tanpa Lengan..

Luar Biasa, Pak Guru Untung Tetap Mengajar Meski Tanpa Lengan..

5294
SHARE

Keterbatasan fisik bagi sebagian orang mungkin sebuah aib. Namun demikian tidak sedikit juga orang dengan keterbatasan fisik namun tetap memiliki etos kerja yang luar biasa dan bahkan bisa jadi mengalahkan orang dengan fisik yang normal. Dalam berbagai bidang kita sering melihat orang dengan keterbatasan fisik mampu menjadi orang yang sukses dan bahkan lebih dari itu, mereka bisa memberikan motivasi kepada orang lain.

Salah satu dari sekian banyak kisah inspiratif yang bisa kita jadikan tauladan adalah kisah Bapak Untung. Ia adalah seorang yang memiliki keterbatasan fisik dengan tidak memiliki lengan. Meskipun tanpa lengan, ia tetap gigih mengajar. Bagaimana kisahnya, simak di bawah ini.

Keterbatasan Fisik Tak Melemahkan Semangat Pak Untung
Pak guru Untung tidak memiliki lengan adalah sebuah fakta, namun semua kekurangan yang dimiliki Pak Untung tidak pernah membuat nya menjadi orang yang lemah. Ia tetap menjadi seorang yang optimis dan tetap bekerja dengan giat seperti orang normal yang lain. Profesi mulia nya sebagai seorang guru Madrasah Ibtidaiyah tetap ia jalani dengan ikhlas dan sepenuh hati. Pak Untung adalah salah satu Guru Honorer yang aktif mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kerja keras dan perjuangannya menjadi seorang guru profesional dibuktikan dengan kemampuan kaki nya saat ini yang bisa menggantikan tangannya. Tidak kalah dengan orang normal lainnya, jemari kaki Pak Untung dengan lihai menari-nari mengoperasikan tombol laptop. Ia pun tidak canggung menggunakan perangkat laptop untuk mendukung pekerjaanya sebagai seorang Guru. Bukan itu saja, Pak Untung bahkan juga mampu menuliskan lafal ayat-ayat Al Quran di papan tulis untuk anak didiknya.

Gaji Minim Tak Membuat Pak Untung Berhenti Mengabdi
Sebagai seorang tenaga honorer di sekolah Madrasah Ibtidaiyah, gaji yang didapatkan Pak Untung pun juga tidak besar. Tak lebih dari 500 ribu, gaji yang didapatkan Pak Untung dalam satu bulannya. Dengan keadaan seperti ini, tentu Pak Untung tidak bisa hanya mengandalkan gaji bulannanya dari mengajar di Madrasah Ibtidaiyah. Ia pun kemudian bekerja apa saja untuk sekedar menyambung hidup selepas ia mengajar di sekolah. Biasanya ia mengajar ngaji di Musholla dekat rumahnya setiap sepulang sekolah. Selain itu, ia juga memelihara beberapa ternak seperti ayam dan bebek untuk mencukupi kebutuhannya.

Pernah suatu ketika ada yang bertanya kepada Pak Untung mengenai gaji yang ia dapatkan dari mengajar. Apakah cukup dengan gaji sebesar itu untuk mecukupi kebutuhan keluarganya. Namun sungguh sangat menginspirasai jawaban beliau. Beliau menjawab bahwa ia sudah mengikhlaskan dirinya untuk dunia #pendidikan. Pengabdiannya untuk sekolah Madrasah Ibtidaiyah ia jadikan sebagai ladang amal yang kelak akan beliau ambil di akhirat.

Pelajaran Berharga Dari Pak Untung

Banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita petik dari kisah hidup perjuangan Bapak Untung ini. Pertama tentu adalah perjuangan yang tidak kenal lelah dalam menghadai kerasnya kehidupan dengan keadaan fisik yang tidak genap. Bisa kita bayangkan, bagaimana beratnya Beliau membiasakan melakukan sesuatu dengan kakinya karena tidak ada lengan. Jika Beliau tidak memiliki keinginan keras untuk maju dan berkembang tentu akan menyerah begitu saja pada keadaan dan mengharap kasihan dari orang lain. Banyak kita jumpai di sekitar kita kasus-kasus demikian.
Selain itu, keinginan mengabdikan diri dalam pendidikan dengan kekurangan yang Beliau miliki tentu merupakan pelajaran yang luar biasa bagi kita orang norma dengan fisik yang lengkap. Gaji yang tidak seberapa tidak membuat Pak Untung mengurungkan niat untuk mencerdaskan generasi bangsa. Beliau bahkan tidak lagi menghitung berapa besar gaji yang ia peroleh, beliau justru sudah mengikhlaskan dirinya untuk dunia pendidikan. Patut dijadikan tauladan kiranya bahwa uang bukanlah segalanya.

Berikutnya yang bisa kita contoh tentu adalah bagaimana sikap kewirausahaanya yang gigih dan tak kenal menyerah. Dibuktikan dengan meski sudah menjadi seorang guru, namun Beliau tidak hanya mengandalkan gaji dari mengajar untuk hidup. Beliau tetap berwirausaha dengan memelihara beberapa hewan ternak di rumahnya.

PLEASE SHARE :)