Nikah Muda Tak Sebatas Kejar Halal, Semua Ada Tanggung Jawabnya

Nikah Muda Tak Sebatas Kejar Halal, Semua Ada Tanggung Jawabnya

2634
SHARE

Menikah muda itu gampang? Eits, ternyata kenyataan tak semudah bayangan. Ada banyak hal yang perlu dipahami sebelum memutuskan untuk menikah. Seperti tulisan sahabat Vemale yang bernama Kinanti berikut ini.

***

Baru-baru ini perbincangan tentang nikah muda semakin menghangat. Keinginan memiliki pasangan yang halal, rasanya ‘mendadak’ dimiliki oleh setiap perempuan. Padahal menikah bukanlah permainan. Bukan juga lomba tentang siapa yang duluan. Tapi, tentang realita yang tak semudah kelihatannya.

Nikah sih mewah, habis resepsi?

Pernikahan bak ratu dongeng sudah terlaksana. Postingan foto dengan ratusan like ada di mana-mana. Setelah itu? Selamat kamu masuk di kehidupan yang sebenarnya. KPR rumah, beli perabot dan kebutuhan lainnya harus dihadapi. Bukan lagi mikir bagus atau enggak. Tapi, awet dan harganya terjangkau di kantong berdua.

Belum lagi jika kamu satu rumah dengan mertua. Si dia yang sudah terbiasa hidup di rumah sih biasa saja. Gimana dengan kamu yang jadi anggota keluarga baru? Menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan mengurus rumah bukan hal yang sederhana. Belum lagi kalau ibu mertua suka mengeluarkan komentar tentang aktivitasmu. Yakin, sudah siap?

Gajian awal bulan tak lagi sama

Kalau dulu habis gajian bisa kencan berdua makan di tempat enak. Kini saat gajian datang, uang harus diatur ulang. Untuk belanja bulanan, tabungan, investasi, dan masih banyak yang lainnya. Hobi koleksi makeup atau beli barang fashion terbaru rasanya nggak bisa rutin lagi dibeli.

Prioritas hidup berdua jadi berubah. Pasangan kamu yang dulunya punya hobi yang cukup mahal kini harus pikir ulang. Syukur kalau penghasilan berdua cukup. Kalau enggak, masak iya minta orangtua?

Bisa mesra (dan berantem) setiap saat

Kalau sudah menikah, ngapain aja memang halal bahkan jadi pahala. Tapi ada banyak hal tak terduga yang harus diterima. Tidur berdua bisa jadi bukan hal yang mudah bagi sebagian orang. Pasangan ngorok, ngiler hingga baunya yang khas. Kamu sudah bisa terima?

Kamu yang super bersih tiba-tiba harus hidup dengan suami yang super berantakan. Awalnya oke aja sih, tapi sabar juga ada batasannya. Perjanjian awal dia bakalan terima kamu nggak bisa masak. Lama kelamaan biaya membengkak karena suka makan di luar. Berantem deh. Tuh kan, mersra dan berantemnya bisa setiap saat?

Positif hamil, mental sudah siap?

Melihat pasangan lain punya momongan, rasanya pengen banget. Tapi, pas udah ngerasain sendiri ternyata berat. Kamu lagi butuh banget perhatian, suamimu kerja dari pagi sampai malam. Sudah siap? Apalagi kalau suami jadi lebih sering lembur kerja, untuk biaya persalinan nantinya.

Tidak semua pernikahan di usia muda benar-benar mengalami hal di atas. Tapi, semua hal bisa terjadi. Jangan hanya pikirkan tentang halalnya saja. Kamu juga butuh tumbuh lebih dewasa bersama pasangan. Bukan berarti harus pacaran lebih lama, tapi kesiapan mental juga sangat diperlukan.

Kalau kamu sudah merasa siap untuk menghadapi segalanya berdua, semoga selalu berbahagia, ya!

Sumber: Vemale .com

PLEASE SHARE :)